Dream Theater – A Dramatic Turn of Events

Ini adalah album pertama Dream Theater tanpa si “tukang pukul-nya” (Mike Portnoy) yang memilih hengkang ke Avenged Sevenfold dan kemudian melanjutkan ke Adrenaline Mob. Kehilangan Portnoy sangat terasa terutama perbedaan beat yang disajikan drummer baru mereka Mike Mangini. Siapa yang lebih handal? Anda yang menilai.

Saya mendengar semua lagu di album ini, tanpa sengaja teringat sebuah album mereka sebelumnya yaituImages And Words. Di mana pada album tersebut mereka belum begitu menonjolkan sisi thrash dan heavy metal-nya. Memang pengaruh Metallica sangat kental pada album Dream Theater sebelumnya seperti Train Of Thought, Systematic Chaos, dan Black Cloud and Silver Lining. Pada album tersebut terdengar musik mereka lebih berat dengan efek distorsi yang “tebal”. Sedangkan untuk album  baru ini mereka lebih mengedepankan sisi progresif mereka, dan sangat terasa hilangnya Mike Portnoy di sini. Tapi mereka masih memiliki John Petrucci dan Jordan Rudess, yang siap mengisi telinga kita dengan sound efek dan tempo yang extreme. Berikut review setiap lagu yang tersaji di Album A Dramatic Turn of Events milik Dream Theater.

1. On the Backs of Angels
Lagu pertama ini mengingatkan saya pada lagu Pull Me Under. Dimana mereka memulai dengan petikan clean dan melodi sebelum memulai reff. Hanya saja perbedaan vocal James LaBrie terdengar lebih lembut dan lagu ini menjadi hits single mereka yang pertama.

2. Build Me Up, Break Me Down
Lagu ini di mulai dengan efek seperti DJ yang mungkin dimainkan oleh Jordan, yang memberikan nuansa berbeda dari lagu-lagu sebelumnya. Pada bagian reff pun tidak ketinggalan oskestranya bro. :)

3. Lost not Forgotten
Lagu ini menurut saya merupakan lagu tersulit di album ini (padahal lagu mereka susah semua :D ), dengan tempo yang benar-benar saya gak tau berapa. Awalnya saya mendengar ini mirip dengan lagu Under a Glass Moon, memang di bagian intro ada beberapa yang mirip, tapi pada saat masuk vocal, terasa berbeda dan luar biasa ketukannya.

4. This is the Life
Mungkin ada yang gak setuju kalau lagu ini mirip dengan Another Day. Tapi dari urutan lyricnya terasa sangat mirip, tapi chord dan vocalnya banyak perbedaan, yang membuatnya sangat berbeda adalah oktafnya dan nuansa jazznya.

5. Bridges in the Sky
Ini adalah lagu pembuka tour konser mereka di Jakarta. Diawali dengan suara yang menyerupai penyihir suku-suku pedalaman Amerika atau pasifik yang di lanjutkan dengan suara choir perempuan. Kemudian dentuman gitar Petrucci yang terdengar gahar.

6. Outcry
Saya sangat menyukai intro pada lagu ini. Terdengar mereka memang selain memiliki skill yang handal, mereka juga punya harmonisasi dan pandai menempatkan diri kapan mereka harus beraksi. Sisi Kemanusiaannya pun sangat terasa pada lagu ini. Pokok’e mantep nya poool…

7. Far From Heaven
Lagu ini adalah yang paling saya suka. Sebuah perenungan tentang orang melalui sisi gelapnya sendiri. Lyricnya menyentuh dan James LaBrie menyanyikan ini dengan sangat baik. Suasana yang di dapatkan pun sesuai dengan lyric lagunya.

8. Breaking All Illusions
Kembali saya harus mengatakan, lagu ini mirip dengan lagu di album Images and Words, yaitu Learning to Live terutama pada urutan lyricnya dan penempatan solo gitarnya. Permainan Petrucci di lagu ini, terdengak penuh emosi dan skillnya sudah pasti tidak di ragukan lagi.

9. Beneath the Surface
Lagu ballad ke dua di album ini terdengar cukup lembut, dan juga terdengar sangat menyentuh. Hanya saja vokal James LaBrie terdengar aneh pada saat dia menaikkan oktaf vokalnya, terdengar kurang menyatu dengan suara yang sebelumnya, tapi setelah itu tidak masalah. Hanya jembatan antara nada rendah dan tingginya kurang pas di kuping saya.

Dari keseluruhan albumnya lagu mereka tetap gahar dan harmonisasinya tidak hilang. Saya harus mengatakan kehilangan Portnoy sangat terasa dan musiknya terkesan lebih sepi. Mungkin Dream Theater masih menyesuaikan permainan Mike Mangini. Lebih baik kita tunggu di album berikutnya sambil menikmati Album A Dramatic Turn of Events.